Feeds:
Posts
Comments

Diambil dari postingan Mas Erham Adhitiawan 96 di milist Geologi UGM

 

Sebelum tambah rame mengenai sejarah lahirnya Jaket Kuning maka berikut sepenggal cerita mengenai ide dan lahirnya jaket kuning tersebut:

Pada sekitar awal 1997, pada saat itu para mahasiswa Geologi Jogja sedang bersama-sama berinisiatif untuk kembali mengaktifkan kegiatan FORHIMAGI (Forum Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia) sebagai salah satu wadah berkumpulnya seluruh himpunan mahasiswa Geologi se-Indonesia. Saat itu Bang Ujay 95 sebagai Ketua HM saat itu menugaskan beberapa anggota HM (salah satunya saya) untuk mengikuti berbagai rapat persiapan. Agenda besarnya adalah Field Trip ke Grassberg.

Ternyata ada hal yang menjadi perhatian pada saat itu, bahwa hanya Geologi UGM lah yang tidak pernah memakai Jaket Himpunan atau yang disebut Corsa, bukan karena tidak bangga tapi karena tidak punya…..hahaha…lha jaket ndog asin masih tetep jadi trademark jee…Sehingga saat itu pada pengurus HM yang dikomandoi Bang Ujay mendelegasikan untuk merancang hingga membuat jaket tersebut kepada Saya dan Mas Yossika 95. Idenya adalah kita juga harus memiliki simbol kebanggaan terhadap Geologi UGM walaupun sedikit berkesan eksklusif namun tetap membumi dan merakyat……

Beberapa rancangan disodorkan dari mulai pemilihan model, bahan hingga pemilihan warna..Pada saat itu yang jadi acuan adalah kita harus punya jaket lapangan yang multi fungsi, khas lapangan dan tidak pasaran.

Oleh karena itu kita merancang untuk membuat banyak kantong termasuk kantong doraemon dibelakang jaket…untuk apa? Apalagi kalau bukan untuk menaruh kompas, lup, palu dan sample batuan…sehingga kemungkinan jaket tsb akan bekerja keras maka jaket tersebut harus dibuat dari bahan dan jahitan yang tangguh…saat itu saya special order ke konveksi untuk request bahan drill terbaik untuk dijadikan prototype jaket himpunan  dan konveksi di daerah Kauman itu menyanggupinya…Nahhh…yang paling menarik adalah masalah pemilihan warna…ini jujur saja sampai jaket itu selesai dibuat masih banyak pro-con…Karena kita ingin jaket tersebut useful di lapangan dan tidak pasaran oleh karena itu kita harus memilih warna-warna yang memang ditakdirkan sebagai warna “lapangan”dan ngejrengg….alasannya agar mudah terlihat dilapangan. Saat itu pilihannya adalah warna orange, merah, biru, dan hmm kuning. Orange tidak dipilih karena sudah digunakan Unpad, ITB, ITM, UNHAS….Merah udah diambil UPN dan AKPRIND, Biru udah milik STTNAS…dan akhirnya jatuh ke warna Kuning karena selain belum ada nyamain juga warna kuning adalah salah satu warna yang eye catching di lapangan shg khas lapangan tetap terjaga walaupun saat itu kuning adalah alternatif terakhir…maklum sentimen pada partai warna kuning di periode tahun-tahun tsb sangat negatif….hehehehehe….masih sampai sekarang gak ya? Hehehehe… Perkembangannya kemudian cmiiw Trisakti menjadi Follower kita untuk memilih warna kuning……

Akhirnya jaket tersebut pertama kali digunakan bukan ke grassberg…tapi ke Tambang Emas Cikotok dan Rumbai pada acara Field Trip HMTG thn 1998. Juga menjadi saksi aksi pembakaran masa di Palembang, Jakarta dll pada masa-masa tersebut. Kemudian di produksi massal oleh adik-adik angkatan berikutnya  namun dengan warna yang sedikit berbeda dan bahan yang berbeda…(maklum saat itu memang bahan prototypenya adalah limited edition hehehehe……)

Demikian sepengal cerita dibalik lahirnya jaket kuning tersebut, mohon maaf kalo hingga saat ini masih banyak prokontra baik mengenai design, warna, bahan dll…namun semua itu awalnya di tujukan untuk menambah rasa cinta kita pada almamater tercinta.

Mungkin saksi sejarah lain seperti Bang Ujay, Bang Irdas, Bang Yossyka bisa nambahin ceritanya agar bisa lebih komplit pake telor…….

Salam,

Erham Adhitiawan ‘96

Assalamuálaikum wr wb
Yth. Rekan-rekan dosen
Para Karyawan
Segenap alumni
Segenap mahasiswa
Jurusan Teknik Geologi UGM

Pagi ini saya sampaikan sebuah berita membanggakan bagi Jurusan Teknik Geologi UGM, karena rapat Rektor UGM dengan Majelis Wali Amanah pada hari Sabtu, 29 Juni yang lalu telah menyetujui Prof. Dr. Dwikorita Karnawati, MSc., PhD sebagai Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni, periode 2012-1016. Selain itu, dipilih juga 4 wakil rektor yang lain yaitu:

Dr. Iwan Dwi Prahasto (Fak Kedokteran) sebagai WR Akademik dan Kemahasiswaan
Prof. Dr Suratman (Dekan Fak Geografi) sebagai WR Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat/Ketua LPPM
Dr. Didi Achjari (Fak Ekonomi) sebagai WR Keuangan, Perencanaan dan Sistem Informasi
Prof. Dr. Budi Wingnyosukarto (Fak Teknik) sebagai WR SDM dan Aset.

Kita doakan semoga amanah yang diberikan kepada Prof. Dr. Dwikorita Karnawati dan wakil rektor yang lain dapat ditunaikan dengan baik, mendapatkan petunjuk dan kekuatan dari Allah SWT.

Untuk jabatan struktural di tingkat UGM, sejauh ini amanah yang diberikan kepada Bu Rita adalah jabatan struktural tertinggi bagi alumni Jurusan Teknik Geologi UGM. Selamat mengemban tugas Bu Rita,  kami bangga dan mendukung anda sepenuhnya.

Wassalamuálikum wr wb

Dr. Sugeng S Surjono (Assoc. Prof. in Sedimentology & Stratigraphy)
Head of Department
Geological Engineering, Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika No. 2. Kampus UGM, Yogyakarta, 55281. INDONESIA
Diambil dari milist Geologi UGM, yang diposting oleh Mas RH-2004:
———————————————————————————————————–
Perkenalkan, saya Rahmadi Hidayat, angkatan 2004 dan team leader IBA AAPG UGM.
Berdasarkan announcement yang diberikan oleh AAPG (email terlampir), Alhamdulillah tim kami mendapatkan honorable mention (bahasa halusnya runner-up) di kompetisi IBA AAPG region asia pasifik. Walaupun tidak menjadi juara pertama, kami bangga bisa menjadi yang terbaik di Indonesia (ada UI dan ITB ikut serta) sekaligus mengalahkan kandidat kuat lainnya (dari China, India, Malaysia, dll).
Kami dari tim IBA UGM (saya, Maulana Jati ’05, Mahesa Sufi ’05, Pritta Geofisika UGM ’06, Nurakhmi UNDIP ’06 & Pak Salahuddin Husein sbg Faculty Advisor) mengucapkan terimakasih yang sebesar – besarnya kepada alumni, khususnya :
– Pak Wibisono, Pak Roeskamto, Pak Avianto, Pak Murdoko, Pak Jarot dan Pak Sarju atas masukannya saat pendadaran.
– Pak Rovicky, Pak Minarwan, Pak Naslin, Pak Sigit Ari atas info paper Northsea.
– dan kepada alumni-alumni yang tidak bisa kami sebutkan satu-persatu.
Terimakasih sekali lagi saya ucapkan kepada alumni semua, dan juga rekan – rekan AAPG UGM SC yang membantu kami selama lomba berlangsung. Semoga ke depan, UGM bisa menjadi juara pertama, amin.
Salam,
RH’04
———————————————————————————-
From: Adrienne Pereira <APereira@aapg.org>
Sent: Friday, March 2, 2012 12:47 PM
Subject: AAPG IBA competition Asia Pacific Regional Winner

Dear Participating Schools of the AAPG Asia Pacific Region,
Over the last three days, the Judges listened to and viewed, all your presentations.  They have asked me to extend their thanks for all the hard work they know has gone into these presentations.  It has been many weeks of great effort.  The three judges were impressed with the high standard of presentations.  Unfortunately, there can only be one winner, though in our minds, everyone is a winner.
We are now pleased to announce the winning team for the 2012 AAPG IBA Competition :
KHON KAEN UNIVERSITY, Thailand
 
We are also pleased to announce that Honorable Mention goes to a team that also did extremely well :
UNIVERSITAS GADJAH MADA, Indonesia
The Judges were unanimous in their decisions.  Congratulations, Khon Kaen and UGM!
To all the other teams who participated, well done on a fantastic effort, and we know that you have learnt a lot through this experience.  We hope to welcome your teams back next year. Do not be discouraged because you have all done very well.  We will be sending feedback to each team individually.
For information, the team from University of Sindh was sadly not able to participate due to unrest in their state and campus.  We wish them all the best and hope that things are resolved peacefully, and soon.
Regards,
Adrienne Pereira
Programmes Manager, AAPG Asia Pacific – Singapore
E   :  apereira@aapg.org     T  : 65-96536728  W :  www.aapg.org / http://www.aapgasiapacific.org/
AAPG GTW on Unconventional Hydrocarbon Plays in Asia, Singapore, 15-16 March 2012
AAPG 2012 International Conference & Exhibition – Singapore, 16-19 September, 2012

Seperti dikutip dari posting Mas RDP di milist Geologi UGM:

Issue migas emang paling seksi
Terlampir slide yg ditayangkan tadi siang di Hotel Mulia, Jakarta dalam acara Press Release.
Buat yang tertarik dunia eksplorasi jangka panjang (menurut saya) ada yang menarik yaitu fakta tentang Bakken Unconventional Resources. Bakken ini sebuah lapangan unconventional HC (Oil shale) yg risetnya saja memerlukan waktu 20 tahun ! Explorasi 16 tahun dan untuk appraisal (konfirmasi) memerlukan waktu 16 tahun, sampai akhirnya di ‘declare’ sebagai sebuah penemuan HC terbesar dalam 30-40 tahun terakhir. Kita mungkin juga akan memerlukan waktu segitu lama untuk mengembangkan unconv HC. CBM yang walaupun sudah mulai ada yang berproduksi itu mirip apa yg terjadi di Bakken tahun 1970an dimana produksinya sangat kecil, betul sudah ada produksi tetapi ndak signifikan. Artinya jangan buru2 bersorak ketika ada lapangan CBM mengelontorkan gas. Masih perlu riset 20 tahun untuk mengembangkan sehingga benar2 dikategorikan sebagai Gas Discovery yg SUKSES !
Itu faktanya.
Lah sedangkan di Indonesia sejak 2001 discovery dibawah 50 MMBOe, lah mau dibawa kemana ?
Itulah sebabnya IAGI tetep ngotot, yg penting eksplorasi, bukan nggenjot produksi !
Semua perusahaan maunya produksi naik, didiemin aja mereka akan berusaha menaikkan produksi. Tetapi kalau eksplorasi … tanpa adanya dorongan kuat dari pemerintah kemungkinan ndak akan berjalan dengan sukses.
Nah soal pertambangan ternyata kalah seksi hanya sdikit liputan yang sudah muncul. Itu saja meleset dari yg kita maksudkan. Wartawan mensitirnya juga sering meleset. Sebuah komen kecil malah ditulis …. doh !
Sedangkan untuk kebencanaan sudah ditayangkan majalah detik disini :

Selamat buat Mas Rovicky (81) yang mendapatkan UGM Alumni Award untuk kategori Bidang Media dan Mas Sulastama (93) untuk kategori Bidang Kemajuan Pendidikan. Untuk selengkapnya bisa di-klik melalui tautan di bawah ini:

Penerima Alumni Award

Sekali selamat dan terus berkarya..

WiD

[SUMBER]:

http://media.ugm.ac.id/video/274/kkn-ppm-mitigasi-bencana-longsor-di-karanganyar

http://geologi.ugm.ac.id/webnew/beritas/view/117

Video ini merupakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata PPM Mitigasi Bencana Longsor di Karanganyar yang dilakukan bersama mahasiswa dari SDSU (San Diego State University, California), yang didanai oleh dana Hibah PHK-I Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM, dibawah koordinasi Dr. Doni Prakasa Eka Putra.

Video ini dijadikan SDSU sebagai salah satu advertensi untuk mempromosikan kegiatan student exchange antara SDSU dan UGM. Setelah mengikuti presentasi ini, minimal ada dua mahasiswa dari SDSU yang berminat mengikuti KKN tahun depan dan Mike (yang presentasi) ingin melanjutkan studi master Doble Degree di SDSU dan UGM.

url asli ada di http://www.scivee.tv/node/35556

http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/10/13/lszoww-ugm-jadi-pusat-unggulan-dunia-deteksi-bencana-longsor

Kamis, 13 Oktober 2011 12:36 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Jurusan Geologi, Fakultas Tehnik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dikukuhkan sebagai pusat unggulan dunia dalam deteksi dan pengurangan bencana longsor tahun 2011.

Pengukuhan tersebut dilakukan International Program Landslide dan United Nations International Strategy for Disaster Risk Reduction. Pengukuhan UGM ini dilakukan pada konferensi tentang bencana longsor di Roma, Italia, 3 Oktober kemarin. Konferensi sendiri dihadiri 80 negara.

Guru Besar Geologi Fakultas Tehnik UGM, Dwi Korita Karnawati mengatakan, UGM mengalahkan 44 lembaga di dunia yang mengikuti penelitian tentang bencana longsor. Dari 44 penelitian yang berasal dari 30 negara di dunia tersebut dipilih tiga besar terbaik yaitu UGM, United State Geological Survey (USGS) yang bekerja sama dengan Canadian Geological State dan ketiga adalah Norwegian Geotechnical Institute.

“Dari tiga besar tersebut kita dikukuhkan sebagai world center of excellent for community based landslide disaster risk reduction,” terangnya di UGM, Kamis (13/10).

UGM sendiri setiap tahun melakukan penelitian terhadap bencana longsor di Indonesia, Vietnam dan Laos. Hasil penelitian tersebut kemudian dilaporkan ke konsorsium penanganan longsor dunia tersebut setiap tahun.

“Kita merupakan lembaga termuda bergabung dalam konsorsium ini. Penelitian kita laporkan sejak 2009 lalu,” tambahnya.

UGM, lanjut dia, mengirimkan dua hasil penelitian yaitu deteksi dini bahasa longsor dan kuliah kerja nyata (KKN) mitigasi bencana longsor di Indonesia. Kedua penelitian ini masuk sebagai penelitian terbaik. Karenanya UGM dikukuhkan sebagai pusat kajian dunia terkait hal tersebut.

“Kelebihan penelitian kami adalah melibatkan masyarakat dalam penanganan dan deteksi bencana longsor. Selain itu kita juga melibatkan generasi muda dalam hal ini mahasiswa KKN dalam program tersebut,” bebernya.

Kelebihan penelitian USGS dan Kanada adalah pengembangan panduan internasional dalam penganganan longsor dan kelebihan penelitian dari Norwegia adalah penelitian bencana longsor antar benua menggunakan satelit. “Kita dinilai lebih unggul karena dianggap lebih visioner dengan melibatkan generasi muda dan masyarakat secara langsung,” tuturnya.

Konsekuensi dari pengukuhan ini, UGM didaulat untuk menjadi koordinator negara-negara lain di dunia dalam deteksi dini dan pengurangan risiko bencana longsor. Beberapa negara menurut Dwikorita, telah menyatakan diri akan belajar ke UGM terkait hal itu. Mereka antara lain Meksiko, Korea, Cina, India dan Nepal.

Dalam deteksi dini bencana longsor sendiri, UGM kata dia, telah membuat alat deteksi dini yang bisa berbunyi maksimal empat jam sebelum bencana longsor terjadi. Alat tersebut dikembangkan mahasiswa bersama dengan masyarakat setempat.

Kepala Humas dan Protokoler UGM, Suryo Baskoro mengatakan, pengukuhan UGM sebagai pusat unggulan dunia untuk study kebencanaan longsor tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi pihaknya. Dengan pengukuhan tersebut UGM secara tidak langsung semakin meneguhkan diri sebagai perguruan tinggi kelas dunia.