Feeds:
Posts
Comments

Seperti dikutip dari posting Mas RDP di milist Geologi UGM:

Issue migas emang paling seksi
Terlampir slide yg ditayangkan tadi siang di Hotel Mulia, Jakarta dalam acara Press Release.
Buat yang tertarik dunia eksplorasi jangka panjang (menurut saya) ada yang menarik yaitu fakta tentang Bakken Unconventional Resources. Bakken ini sebuah lapangan unconventional HC (Oil shale) yg risetnya saja memerlukan waktu 20 tahun ! Explorasi 16 tahun dan untuk appraisal (konfirmasi) memerlukan waktu 16 tahun, sampai akhirnya di ‘declare’ sebagai sebuah penemuan HC terbesar dalam 30-40 tahun terakhir. Kita mungkin juga akan memerlukan waktu segitu lama untuk mengembangkan unconv HC. CBM yang walaupun sudah mulai ada yang berproduksi itu mirip apa yg terjadi di Bakken tahun 1970an dimana produksinya sangat kecil, betul sudah ada produksi tetapi ndak signifikan. Artinya jangan buru2 bersorak ketika ada lapangan CBM mengelontorkan gas. Masih perlu riset 20 tahun untuk mengembangkan sehingga benar2 dikategorikan sebagai Gas Discovery yg SUKSES !
Itu faktanya.
Lah sedangkan di Indonesia sejak 2001 discovery dibawah 50 MMBOe, lah mau dibawa kemana ?
Itulah sebabnya IAGI tetep ngotot, yg penting eksplorasi, bukan nggenjot produksi !
Semua perusahaan maunya produksi naik, didiemin aja mereka akan berusaha menaikkan produksi. Tetapi kalau eksplorasi … tanpa adanya dorongan kuat dari pemerintah kemungkinan ndak akan berjalan dengan sukses.
Nah soal pertambangan ternyata kalah seksi hanya sdikit liputan yang sudah muncul. Itu saja meleset dari yg kita maksudkan. Wartawan mensitirnya juga sering meleset. Sebuah komen kecil malah ditulis …. doh !
Sedangkan untuk kebencanaan sudah ditayangkan majalah detik disini :

Selamat buat Mas Rovicky (81) yang mendapatkan UGM Alumni Award untuk kategori Bidang Media dan Mas Sulastama (93) untuk kategori Bidang Kemajuan Pendidikan. Untuk selengkapnya bisa di-klik melalui tautan di bawah ini:

Penerima Alumni Award

Sekali selamat dan terus berkarya..

WiD

[SUMBER]:

http://media.ugm.ac.id/video/274/kkn-ppm-mitigasi-bencana-longsor-di-karanganyar

http://geologi.ugm.ac.id/webnew/beritas/view/117

Video ini merupakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata PPM Mitigasi Bencana Longsor di Karanganyar yang dilakukan bersama mahasiswa dari SDSU (San Diego State University, California), yang didanai oleh dana Hibah PHK-I Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM, dibawah koordinasi Dr. Doni Prakasa Eka Putra.

Video ini dijadikan SDSU sebagai salah satu advertensi untuk mempromosikan kegiatan student exchange antara SDSU dan UGM. Setelah mengikuti presentasi ini, minimal ada dua mahasiswa dari SDSU yang berminat mengikuti KKN tahun depan dan Mike (yang presentasi) ingin melanjutkan studi master Doble Degree di SDSU dan UGM.

url asli ada di http://www.scivee.tv/node/35556

http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/10/13/lszoww-ugm-jadi-pusat-unggulan-dunia-deteksi-bencana-longsor

Kamis, 13 Oktober 2011 12:36 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Jurusan Geologi, Fakultas Tehnik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dikukuhkan sebagai pusat unggulan dunia dalam deteksi dan pengurangan bencana longsor tahun 2011.

Pengukuhan tersebut dilakukan International Program Landslide dan United Nations International Strategy for Disaster Risk Reduction. Pengukuhan UGM ini dilakukan pada konferensi tentang bencana longsor di Roma, Italia, 3 Oktober kemarin. Konferensi sendiri dihadiri 80 negara.

Guru Besar Geologi Fakultas Tehnik UGM, Dwi Korita Karnawati mengatakan, UGM mengalahkan 44 lembaga di dunia yang mengikuti penelitian tentang bencana longsor. Dari 44 penelitian yang berasal dari 30 negara di dunia tersebut dipilih tiga besar terbaik yaitu UGM, United State Geological Survey (USGS) yang bekerja sama dengan Canadian Geological State dan ketiga adalah Norwegian Geotechnical Institute.

“Dari tiga besar tersebut kita dikukuhkan sebagai world center of excellent for community based landslide disaster risk reduction,” terangnya di UGM, Kamis (13/10).

UGM sendiri setiap tahun melakukan penelitian terhadap bencana longsor di Indonesia, Vietnam dan Laos. Hasil penelitian tersebut kemudian dilaporkan ke konsorsium penanganan longsor dunia tersebut setiap tahun.

“Kita merupakan lembaga termuda bergabung dalam konsorsium ini. Penelitian kita laporkan sejak 2009 lalu,” tambahnya.

UGM, lanjut dia, mengirimkan dua hasil penelitian yaitu deteksi dini bahasa longsor dan kuliah kerja nyata (KKN) mitigasi bencana longsor di Indonesia. Kedua penelitian ini masuk sebagai penelitian terbaik. Karenanya UGM dikukuhkan sebagai pusat kajian dunia terkait hal tersebut.

“Kelebihan penelitian kami adalah melibatkan masyarakat dalam penanganan dan deteksi bencana longsor. Selain itu kita juga melibatkan generasi muda dalam hal ini mahasiswa KKN dalam program tersebut,” bebernya.

Kelebihan penelitian USGS dan Kanada adalah pengembangan panduan internasional dalam penganganan longsor dan kelebihan penelitian dari Norwegia adalah penelitian bencana longsor antar benua menggunakan satelit. “Kita dinilai lebih unggul karena dianggap lebih visioner dengan melibatkan generasi muda dan masyarakat secara langsung,” tuturnya.

Konsekuensi dari pengukuhan ini, UGM didaulat untuk menjadi koordinator negara-negara lain di dunia dalam deteksi dini dan pengurangan risiko bencana longsor. Beberapa negara menurut Dwikorita, telah menyatakan diri akan belajar ke UGM terkait hal itu. Mereka antara lain Meksiko, Korea, Cina, India dan Nepal.

Dalam deteksi dini bencana longsor sendiri, UGM kata dia, telah membuat alat deteksi dini yang bisa berbunyi maksimal empat jam sebelum bencana longsor terjadi. Alat tersebut dikembangkan mahasiswa bersama dengan masyarakat setempat.

Kepala Humas dan Protokoler UGM, Suryo Baskoro mengatakan, pengukuhan UGM sebagai pusat unggulan dunia untuk study kebencanaan longsor tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi pihaknya. Dengan pengukuhan tersebut UGM secara tidak langsung semakin meneguhkan diri sebagai perguruan tinggi kelas dunia.

Diambil dari Posting Mas Aris Prima (03) di milist Geologi UGM:
——————————————————————————-
Alumni Teknik Geologi UGM Yth.
1. Alumni Ank. 60 61 62 63 64 65 67 68 69
2. Alumni Ank. 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79
3. Alumni Ank. 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89
4. Alumni Ank. 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99
5. Alumni Ank. 00 01 02 03 05 04 06 07
6. Koordinator per Angkatan
7. Moderator Milis per Angkatan & Anggota
8. Moderator Milis Alumni & Anggota
9. Koordinator Afiliasi/Institusi/Perusahaan
10. Seluruh pihak yang telah berkontribusi

Puji Syukur AtasRahmat Tuhan Yang Maha Esa
Terimakasih – Thank You – Danke – Gracias – Merci
Atas kontribusi & partisipasi aktif seluruh lapisan baik Jurusan, Alumni, Mahasiswa/i dan seluruh pihak yang terlibat sehingga dapat mengantarkan
Rovicky Dwi Putrohari terpilih menjadi Ketua IAGI Periode 2011-2014 dengan perolehan suara 306 dari 755 suara (Lambok H. 302; M. Syaiful 133; Abstain 14). Semoga komunitas alumni terus mendukung perjalanan RDP dalam mengemban amanah memajukan “IAGI untuk Indonesia”, Indonesia yang lebih baik.
RDP : “Satu itu Sangat Berarti”
Tanpa mengesampingkan besar/kecil peran dari semua pihak, bahwa 1 suara memang sangat berarti. Siapapun tentunya berkontribusi dan Semoga Tuhan melihat perjuangan kita semua sebagai niat yang tulus hingga berhasil mengantar RDP menjadi IAGI-1 dan nantinya bersama-sama mengawal perjalanan beliau beserta jajaran pengurus hingga garis akhir dengan sukses dan gemilang. 
Kami mohon maaf jika beberapa bulan terakhir telah mengurangi ketidaknyamanan Bapak/Ibu Alumni Yth., mungkin telah mengganggu/menyita sebagian jam kerja atau hak privasi lainnya atas kampanye penggunaan hak suara untuk mendukung RDP for IAGI-1 baik yang masuk melalui email pribadi, email kantor/afiliasi, milis angkatan, milis alumni dan sms. Sekali lagi mohon kerelaan Bapak/Ibu untuk memaafkan hal-hal yang kurang berkenan.


“Bahwa RDP milik UGM adalah tidak dipungkiri. Tapi kini RDP milik IAGI, Milik Indonesia”.

VIVA RDP
VIVA Alumni Geo-UGM
VIVA IAGI untuk indonesia

Berikut adalah sebuah opini yang diwujudkan dalam bentuk buku yang ditulis oleh Mas Amien Widodo (Geologi UGM 1979), sekarang beliau aktif sebagai salah satu pengajar di ITS. Buku beliau diberi judul,” Bencana, Kita Kenal Kita Selamat”. Atas ijin beliau, versi pdf file dari buku tersebut bisa dibaca di blog ini dengan mengklik URL link dibawah ini. Selamat membaca dan belajar mengenal tentang bencana..

Opini Mas Amien Widodo

 

Salam,

WiD

Salah satu alumni Geologi UGM, Mas R. Heru Hendarto (1996), di tengah-tengah kesibukan beliau sempat menuliskan pengalamannya sebagai seorang Mahasiswa Geologi sampai beliau menekuni pekerjaan sebagai seorang Geologist di sebuah perusahaan tambang emas. Bagaimana serunya? Atas ijin Mas Heru, tulisan beliau bisa temukan di url link berikut (sebenarnya 17 cerita, namun atas permintaan Mas Heru, 1 cerita tidak ditampilkan hehe)

1.Tersesat ke Jalan yang Benar, Geologi

2.Momok Mahasiswa, Pengenalan Geologi Lapangan

3.We are Crazy but not Stupid!

5.Si Pocong, Kunti dan Mbok Tua

6.Hantu Kantoran dan Kebodohan Mereka

7.Para Penunggu Mess

8.My Native Teacher

9.Yang Lokal yang Orisinal

10.Sakit Hati Membara di Dada

11.Nyamuk-Nyamuk Keparat!

12.Sudah Jatuh, Tertimpa Batu Pula (Pejuang Peridotite)

13.Gadget Freak

14.Offroader wanna Be

15.The Transporter

Tips Geologist

Wajib dibaca nih untuk temen-temen mahasiswa baru Geologi yang minggu-minggu ini baru melakukan orientasi di kampus :)

Diambil dari posting Gus Hen (89) di Milist Geologi UGM:

Berdasarkan penilaian tim akreditasi pendidikan tinggi ASEAN melalui Asean University Network – QA (yo..semacam Lembaga Penjaminan Mutu Perguruaan Tinggi tingkat ASEAN) yang melakukan visitasi pada 20-21 Juni 2011 kemarin (termasuk menghadirkan beberapa alumni dan stakeholder pengguna lulusan Teknik Geologi UGM), akhirnya Jurusan Teknik Geologi FT UGM dinyatakan :

LULUS mendapatkan AKREDITASI ASEAN dengan grade Tinggi
(hehehe….kriteria angka tidak dishare, tapi hanya catatan bagi tim penilai saja.)

Kami menghaturkan apresiasi juga kepada kawan-kawan Alumni semuanya, yang terus menerus mensupport kami dengan caranya masing-masing, khusuzhon yang kemarin berkenan hadir di kampus (21 Juni 2011) untuk diskusi dan ngobrol atau malah berdebat dengan Tim Penilai Akreditasi ASEAN. Bagian dari diskusi bersama alumni dan pengguna lulusan, dalam visitasi kemarin itulah, kami dinyatakan Lulus.

Pada pemilihan Ketua IAGI di Makasar bulan September 2011, Mas Rovicky Dwi Putrohari (RDP – 81) mencalonkan diri maju pada pemilihan Ketua IAGI periode mendatang. Mari rapatkan barisan, satukan suara untuk memilih Mas RDP. Berikut visi Mas RDP seandainya dipercaya menjadi Ketua IAGI (diambil dari posting di miliss Geologi UGM).

———————————————————————————————–

Seandainya saya memimpin IAGI, saat ini saya hanya dapat memberikan visi serta misi yg dibenak saya selama ini berusaha menjadikan “IAGI untuk Indonesia”.

Sebelum ini kita telah mengikuti IAGI dilahirkan dan terus berkonsolidasi utk kedalam dan keluar, juga berkiprah dalam era pembelajaran. Kemudian IAGI ini juga sudah pernah mewakili atau terwakili oleh institusi, oleh kelompok dan juga berbagai arah tujuan. Bahkan IAGI dapat menjadi tunggangan atau ditunggangi kepentingan sesaat. Ntah kepentingan sektoral maupun personal. Namun IAGI kita sudah memiliki DNA lengkap sehingga mampu bertahan. Itulah semua perjalanan IAGI masa lalu yg kita semua juga berada didalamnya. Saat ini kita mestinya mampu menjadikan “IAGI untuk Indonesia”. Dalam era reformasi, Organisasi profesi lain barangkali penuh dengan intrik kepartaian atau sektoral politis dan korporat. Saya hanya mampu berpikir. Bagaimana menjadikan “IAGI untuk Indonesia”.

Didalam dan kedalam saya rasa IAGI kitapun sudah cukup solid. Swara IAGI juga sudah cukup didengar dan diperhitungkan bahkan hingga kalangan birokrat dan teknokrat bahkan korporat. Jadi IAGI dengan usianya saat ini sudah harus berkonsentrasi utk membantu membuat kebijakan jangka panjang. Termasuk membuat roadmap ekstraksi kebumian, road map pelestarian lingkungan, serta usaha mitigasi kebencanaan secara harmonis berdasarkan kaidah ilmu kebumian yg kita pelajari bersama.

Mengertilah apa maunya alam bumi. Alam bumi kita tidaklah sekedar benda mati tanpa tujuan. Bumi memiliki perilaku, memiliki masa lalu dan memiliki kemampuan untuk merubah dirinya sendiri. Manusia seperti kita harus mampu mengerti apa maunya bumi. Bekal keilmuan kita harus selalu berkembang dan dikembangkan dengan riset dan penelitian untuk mengerti kemana maunya gunung api, dimana longsoran menari dan dimana bumi menyimpan saripati .

Siapapun yang nantinya ada didalam kepemimpinan IAGI saya hanya berpikir bagaimana menjadikan “IAGI milik Indonesia”.

Salam sukses !!
RDP

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.