Feeds:
Posts
Comments

Paman Dongeng Geologi

Diambil dari Republika Online, Minggu, 22 November 2009 pukul 07:54:00 (http://www.republika.co.id/koran/0/90907/Paman_Dongeng_Geologi). Mas Rovicky Dwi Putrohari (RDP) adalah alumni Geologi UGM angkatan 1982.

————————————————————————————-

Setelah beberapa daerah di Indonesia beruntun diguncang gempa, sebagian masyarakat dihantui rasa khawatir akan terjadinya dampak lebih dahsyat dari pergeseran lempeng bumi. Seolah ingin menambah panik, sebuah kabar menyebut pada 24 Oktober 2009 lalu, Jakarta diramalkan kena gempa 8,5 pada Skala Richter dan banjir rob. Yang memercayainya tentu tak tenang menghadapi tanggal tersebut dan lega setelah mendapati itu hanya isapan jempol.

Bagi kalangan yang memahami gempa, informasi menyesatkan macam itu tentu dianggap angin lalu. Tetapi, bagaimana dengan masyarakat awam? “Untuk itulah tokoh Thole dan Pak Dhe diciptakan,” ungkap Rovicky Dwi Putrohari, ahli geologi.

Thole adalah anak yang punya ketertarikan tinggi pada fenomena perut bumi. Ia beruntung memiliki seorang Pak Dhe yang banyak tahu. “Lewat dialog antara Thole dan Pak Dhe itulah saya menjelaskan berbagai peristiwa alam terkait aktivitas geologi,” kata Rovicky. Pak Dhe selalu saja punya jawaban atas pertanyaan kemenakannya itu. Pria kelahiran Yogyakarta, 12 Maret 1963, ini menjelaskan tanpa menggurui. “Pilihan kata-katanya sederhana agar mudah dipahami pembaca situs Dongeng Geologi ,” papar Rovicky si Paman Dongeng.

Masyarakat antusias sekali membaca cerita-cerita  Dongeng Geologi . Ratusan orang mengakses kisah yang ditulis Rovicky di  rovicky.wordpress.com . “Agar makin mudah dipahami, saya sertakan banyak gambar ilustrasi,” imbuhnya. Dongeng Geologi dibuat Rovicky di sela-sela waktu senggangnya sebagai konsultan geologi di Hess, sebuah perusahaan perminyakan. Ia ingin masyarakat lebih mengenal gejala alam sekitar. “Saya hanya ingin berbagi ilmu untuk masyarakat awam agar mereka tidak mudah terprovokasi oleh berita yang tak jelas sumbernya,” katanya.

Meramal gempa
Di situsnya, Rovicky juga meramal gempa. Gempa memang bisa diprediksi. “Namun, tak akan ada yang bisa secara pasti menduga kapan terjadinya,” katanya.
Berbekal pengetahuan itu, masyarakat dapat dengan santai mengabaikan ramalan gempa yang menyebut tanggal. Di samping itu, Rovicky juga menjelaskan mustahil Jakarta menjadi pusat gempa. “Jakarta bukan daerah zona gempa,” jelasnya. Pusat gempa berada di Laut Selatan. Itu pun tergolong gempa dalam. Jadi, tegasnya, kalau warga Jakarta terguncang, yang mereka rasakan hanyalah penjalaran gempa.

Bagaimana dengan ramalan kiamat pada 2012? Ketika itu, berlangsung peristiwa yang unik secara astronomi. “Planet-planet berada sebaris,” ungkap Rovicky yang kerap menjadi dosen tamu di sejumlah universitas. Deretan planet yang sebaris tersebut menyebabkan adanya gaya gravitasi yang terfokus. Hanya saja, apa dampaknya dan sebesar apa tak ada yang betul-betul bisa memprediksi. “Sejak empat miliar tahun lalu, setua usia bumi, kejadian serupa pernah terjadi,” jelas Rovicky yang hobi menulis dan fotografi.

Tragedi lumpur
Nama Rovicky makin dikenal sejak tragedi lumpur Sidoarjo, Jawa Timur, meletup. Sejak awal kejadian, ia berupaya mencatat secara detail tiap kejadiannya di laman  hotmudflow.wordpress.com . “Dua minggu setelah kejadian saya langsung membuat situs ini,” katanya. Insting Rovicky mengatakan kejadian itu akan menjadi isu besar. Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini pun rajin membuat catatan harian. “Karena ada riwayat kronologisnya, data di  hotmudflow diajukan sebagai data penelitian beberapa orang,” ucapnya.

Rovicky melihat semburan lumpur yang bermula dari galian PT Lapindo itu tak sepenuhnya murni disebabkan faktor gelologi.  Human error punya peran imbang (50 persen) di dalamnya. “Bisa dikatakan itu adalah fenomena alam yang dipicu faktor manusia,” katanya. Rovicky yakin semburan lumpur panas itu akan berhenti dengan sendirinya. Hanya saja, itu tak bisa dipastikan kapan waktunya. “Sebaiknya warga memang direlokasi dan di lokasi terdampak semburan didirikan monumen, lalu dijadikan objek wisata ilmiah,” usulnya.

Informasi
Rovicky berupaya menyajikan pembahasan ilmiah terkini tentang fenomena geologi yang tengah berlangsung. Ia memanfaatkan tiap momentum itu agar masyarakat mendapatkan informasi yang tepat. “Nah , kalau sekarang, belum saatnya saya bicara banjir. Orang akan lupa kalau disampaikan sekarang. Tetapi, saat sudah waktunya, pelajarannya lebih mudah diingat,” katanya.

Terkadang, Rovicky juga sedikit menyerempet ke hal yang berbau klenik. Seperti  ilmu titen yang menyebut kaitan gempa dengan purnama. “Kaitannya mungkin saja ada, tetapi kecil,” jelasnya. Mengembangkan situs geologi yang banyak dikunjungi pembaca, Rovicky sempat kesulitan menanggapi komentar pengunjung. Apalagi, dulu ia pernah mencantumkan nomor ponselnya. “Saya kewalahan merespons melalui ponsel,” kenangnya.

Rovicky kemudian memindahkan jalur komunikasi kembali ke dunia maya.  E-mail maupun komentar  onlinebertubi-tubi masuk. “Di antara  e-mail yang masuk setiap hari, ada dua-tiga siswa yang minta dibimbing dalam penyelesaian tugas sekolahnya,” katanya. Rovicky mengaku cukup repot melayani  e-mail-e-mail tersebut. Tetapi, ayah dari Irsha Primanda dan Devi Dwiputranto ini akan selalu memberikan balasan. “Begitu sempat, saya langsung kirim jawaban. Saya tak suka menunda-nunda pekerjaan,” akunya.

Online nyaris 24 jam, apakah Rovicky pernah dikomplain keluarga? Suami dari Yuenda Vicky Larasati ini mengaku keluarga sudah memakluminya. “Apalagi, kami semua memang  blogger , termasuk istri saya.” reiny dwinanda.

Photo Kenangan 38 Tahun Silam

Berikut dua photo kenangan 38 tahun silam dari PakDhe-PakDhe Angakatan 1970, seperti yang di-share oleh Wak Surarso Hardjono (70)

"Kalisonggo, Kulonprogo 22 Agustus 1971"

Berdiri (Ka-Ki): Surarso, Manto, Ruskamto,Budi Rochmanto, Herman, Azir, Suwardi Denggung.

Duduk (Ka-Ki): Supriadi .  Sabarman, Pudjo

"Kalisonggo 21 Agustus 1971"Dari Ka-Ki : Saroso , Surarso, Ruskamto (duduk di bawah), Budi Rochmanto lan Pudjo.

Saya juga banyak mengucapkan terima kasih kepada para alumni yang kemaren sudah menyempatkan untuk hadir di Syabas Lounge. Akhirnya acara yang digagas sejak pertengahan bulan puasa kemaren bisa dengan lancar terlaksana kemaren jam 11.00 – 15.00. Sungguh acara kumpul-kumpul yang gayeng, regeng, dan penuh kekeluargaan sampe waktu 4 jam serasa masih kurang.

Saya sendiri datang agak sedikit terlambat sampe Mas ND ngirim message ke saya,”loh kok telat?” hehe..maaf sekali. Padahal saya nginep di seberang jalan saja.  Maklum waktu itu saya jalan kaki ke Syabas, sekalian pengen menikmati suasana Jakarta (padahal cuman sa jembatan penyebrangan saja hihi). Paginya Mas Iswahyudi sudah nawarin pengen jemput di Intercontinental, tapi saya milih jalan kaki..lha wong cuman nyebrang jalan wis nyampe. Sewaktu saya masih di penginepan, Mas ND juga menanyakan apa Gus Hen sudah ngubungin saya, soale menurut beliau Gus Hen lupa lokasi Syabas dimana. Saya ngubungin Gus Hen, ternyata beliaunya baru saja nyampe di Cengkareng. Terima kasih banyak Gus Hen jauh-jauh dari Jogja sudah menyempatkan hadir ke Syabas.

Begitu nyampe Syabas Lounge lantai 7, lhadalah lha kok hampir semua pada batikan, sepatonan, wis bener-bener kayak formal gitu..padahal di undangan yang saya sebarkan waktu itu sudah tak wanti-wanti pakaian casual, bebas..mungkin masih dalam suasana euforia setelah UNESCO memastikan bawa batik warisan bangsa Indonesia 2 Oktober kemaren kali yah..Tapi saya juga yang agak kurang sopan dink, yang laen batikan, saya cuman pake kaos n sendalan..maaf-maaf hihi

Saya meliat sekeliling, ternyata nyamikan jajan pasar, gudeg mbarek, sate, buah-buah segar telah tertata rapi dengan sempurna menunggu untuk segera disantap :) . Setelah ngobrol sana ngobrol sini, Mas Soe ngampirin saya, dah dik ndang dibuka acarane, dengan tidak mengurangi format informalitasnya. Begitu kata beliau. Ya sudah acara dibuka dengan saling kenal-mengenal..lha wong yang datang itu dari angkatan 60an – 2004, disparitas zona waktu yang sangat jauh..ibarat waktu geologi, yang datang kemaren dari zona waktu jurasic sampe kwarter ada semua hehe..jadi perlu juga saling memperkenalkan diri. Kenal-mengenal urut diawali dari saya sebagai MC dadakan..kemudian dilanjutkan sesuai dengan tempat duduk muter dari kiri ke kanan.

Waktu itu Mbah Otto minta waktu untuk memperkenalkan diri lebih cepat, karena beliau akan ada acara mengajar. Salut sekali kepada Mbah Otto, di tengah-tengah kesibukannya, beliau masih menyempatkan diri untuk ikut kumpul-kumpul, srawung dengan yang lebih muda. Dalam perkenalannya, beliau menceritakan perjuangan dan perjalanan karier beliau sejak masih menjadi mahasiswa hingga  sekarang sampe menjadi salah satu pengajar di United Nation University (cuman ada 20 orang di seluruh dunia, salah satunya ya beliau itu). Pokoknya bangga dan salut mempunya alumni sekaliber Mbah Otto ini.

Karena yang hadir banyak, baru separuh yang mengenalkan diri, PakDhe Ruskamto mengusulkan untuk break dulu..soale perut wis laper juga. Dalam beberapa waktu yang tidak terlalu lama ludeslah hidangan yang ada di meja :) ). Setelah acara makan-makan selesai acara dilanjutkan lagi, tapi malah kelupaan untuk melanjutkan perkenalan gelombang berikutnya hehe. Acara dilanjutkan dengan sharing-sharing berbagai hal, mulai dari penggalangan dana gempa padang, dana taktis untuk temen-temen mahasiswa yang sangat membutuhkan (ada 5 nama yang ditampilkan di layar), termasuk mengulas sejarah dongeng geologi dan kumpul geologi. Nah berhubung waktu itu ada Cak Min yang ikut hadir, beliau-nya ta tembak untuk menceritakan dulu-dulunya itu sejarah kayak apa kok sampe ada acara kumpul-kumpul begini.

Cak Min menceritakan dengan singkat dan lugas, awalnya spt apa sampai waktu itu ada acara ngumpul-ngumpul gitu. Beliaunya juga menyarankan untuk tetap melanjutkan acara kumpul2 ini karena belakangan acara serupa secara mlempem lagi ga ada yang mau memotori, lha wong modalnya cuman ngirim undangan dan ngubungin satu orang yang mau jadi pembicara. Mas Singgih memberikan saran untuk mengundang praktisi dari luar geologi, misale ahli ekonomi, dll, yen perlu urunan untuk mendatangkan pembicara itu terus beliaunya disuruh ngajar ato ngasih ceramah di acara kumpul2 itu nanti.

Kemudian ada juga ada sharing2 pengalaman hidup oleh Mas Singgih dan Mas Iswahyudi. Dalam cerita nyata yang disampaikan Mas Singgih, beliau menceritakan kalo kita harus peduli kepada sesama. Beliau menceritakan lebaran kemaren sampe harus mengejar tukang becak di wonogiri sana sekedar untuk minta maaf. Mas Is, juga menceritakan hal yang hampir sama, dengan sedikit catatan, bahwa kita juga harus hati-hati karena tidak semua orang itu mempunyai perasaan yang tulus dan baek. Sharing-sharing berikutnya mengenai ide pembentukan bisnis, penyusunan buku mengenai cekungan sumatra selatan yang disampaikan Mas Singgih dan Mas Soe. Tentu saja ide ini baru ide awal dan masih perlu langkah-langkah selanjutnya. Sak jane waktu itu saya juga pengen menyampaikan ide dan ngajak sapa yang tertarik patungan menjalankan bisnis minimarket di Jogja, tapi ora sido, soale isinn hehe…Klo masih ada yang tertarik tentang hal yang terakhir ini bisa dilanjutkan ngumpulnya di Jogja, terus diobrolin di kedai Mang Engking yukk..(saya di jogja sampe hari kamis ini)

Mas Aris Prima (2003) berkenan sharing mengenai ide pembentukan yayasan alumni yang sudah dimotori temen-temen angkatan 2003, terlepas dari kegiatan-kegiatan serupa yang sudah digalang oleh beberapa alumni di tempat laen.  Dalam kumpul-kumpul kemaren terlontar ide pembentukan yayasan ini ga perlu formal mengingat aspek legalitasnya nanti yang malah bikin ribet. Jadi dibentuk informal saja, yang penting ada yang ngurusi dan aspek transparansinya terjaga. Ide pembentukan “yayasan” ini tentunya masih harus dibicarakan lebih lanjut untuk merumuskan yang terbaik seperti apa.

Acara ditutup dengan photo-photo bersama, kemudian dilanjutkan dengan salam-salaman..Sungguh acara kumpul-kumpul yang gayeng..semoga kita bersama masih diberi kesempatan untuk menghadiri acara kumpul-kumpul berikutnya. Mohon maaf klo ada hal yang keselip dalam cerita saya di atas.

"Kumpul-Kumpul di Syabas Lounge, 4 Oktober 2009"

Salam,

Widodo Nugroho 92

Berikut laporan pandangan mata mengenai Seminar Nasional Geomorfologi yang didedikasikan untuk Mbah Otto 9 dalam 33 tahun kiprah beliau di LIPI. Laporan di bawah ini ditulis oleh PakDhe DNN 71, seperti di-copy-kan dari milist Geologi UGM

————————————————————————————

Mbah Otto 9

O ya, saya sudah kalah duluan dari pak Agus Hendratno dalam melaporkan tentang Seminarnya mas Otto tsb (triple 9, karena diselenggarakannya ditepatkan pada 9-9-’09). Kalau tidak salah mengamati, rasanya saya satu2nya alumnus TG UGM yang hadir, selain “sang pengantin” (Prof Otto SR Ongkosongo) dan pejabat Jurusan TG UGM ( Mas Agus Hendratno); pak Otto sudah jelas menjadi pemeran sentral, sedang pak Hen menjadi pembicara (termasuk pembicara2 yang pertama dengan 2 topik yang sangat menarik).

Dengan 3 orang alumni TG UGM disitu, dimana yang dua sangat berperan, maka sebagai “yang hadir dan menyaksikan”, tentunya sayalah sebetulnya yang lebih ber “kewajiban moral” utk melaporkannya. Sebetulnya di seminar pada tanggal 9 tersebut saya rencanakan malamnya akan segera menuliskannya di mail-list ini, tapi biasa, karena waktu itu masih malam-malam nya bulan puasa, jadi terasa waktu cepat habis saja, sedang pagi2 berikutnya (tgl 10 Sept) harus sudah berangkat lagi karena ingin mengikuti field trip dalam rangka Seminar itu. Jadilah, lalu tertunda melaporkannya sampai pak Hen, alhamdulillaah, menuliskannya.

Acara itu memang ternyata “dedicated” untuk 33 thn kiprah pak Otto di LIPI, dari menilik judul (panjang) nya saja yang ternyata berbunyi: “SEMINAR NASIONAL GEOMORFOLOGI (Jakarta , 9-9-2009), Geomorfologi Dalam Pembangunan Berkelanjutan, 33 tahun pengabdian Prof.Dr.Ir. Otto S.R. Ongkosongo, BE”.

Dari yang hadir dan pemaparan2 yang ada juga terlihat betapa pak Otto ditokohkan pada hari itu.

Prof Aprilani yang sekarang sudah sepuh, juga hadir dan menyampaikan penghargaan beliau ke pak Otto dan menyatakan bahwa beliaulah yang menerima pak Otto dulu pertama kali di LON ketika alumnus kita itu masih sebagai sarjana muda. Memang, jaman itu sarmud juga sudah laku, alhamdulillah seperti saya sendiri. Saya ingat, pak Otto yang sudah pegawai LON itu kemudian akhirnya mengikuti “ujian pendadaran sarjana”, di Jetis, dan lulus, dan karena kesyukurannya, putrinya yang baru lahir diberinya nama yang mengabadikan nama LON dan Univ. Gadjah Mada.

Kembali ke Seminar itu. Disamping dari LIPI, presentasi2 diberikan dari berbagai pihak, a.l. ahli-ahli dari Fakultas Geografi UGM, dari Bakosurtanal, juga oleh seorang guru SMP yg mengajar Geografi, dan lain-lain, tapi yang sangat penting oleh saya, tentu saja, dari pak Otto dan dari pak Gus Hen.

Pak Otto, seperti biasa, dengan konsistennya mengingatkan tentang “warisan titipan utk manusia” yang harus dijaga dan hal-hal berkenaan dengan konservasi (kiranya mas Otto sendiri bersedia dan tdk bosan menyampaikannya lagi dlm forum mail list ini atau di forum lain kepada para alumni). Dalam paket seminar, disertakan juga buku susunan pak Otto yang berisi beberapa dasar filosofi yang diberinya judul: ”PEPELING untuk bersahabat dengan lingkungan hidup”.

Pak Agus Hendratno menyampaikan hal-hal menarik seperti pilihan untuk menghasilkan devisa dari geologi, bisa dengan “memeras geologi utk hasilkan devisa”, atau “meng-konservasi geologi utk hasilkan devisa”.

Gus Hen juga menyampaikan bahwa biasanya yang diingatkan utk di-konservasi adalah Flora dan Fauna saja. Juga bahwa issues tentang “bio-diversity” dan “culture-diversity” telah menjadi lebih dominant daripada “wadahnya”, yaitu, menurut beliau: “Geodiversity”.

Gus Hen juga sampaikan topik lain, yaitu tentang gejala alam yang ditemuinya di Nusa Tenggara. Beliau kunjungi suatu pulau yang diperkirakan adalah bekas gunung api, dengan kawahnya yang sekarang menjadi danau yang terpisah dari laut hanya beberapa meter, tetapi kedua tubuh air itu (danau dan laut) menunjukkan kondisi yang sangat berbeda, paling tidak dalam salinitasnya, dan ekosistemnya.

Pulau itu dianggap terletak dalam apa yang dinamakan “kawasan Wallacia” (“Wallace area”).

Tentang pulau itu, beberapa hari yll, dimuat di “Koran Jakarta”, maklum wartawannya mengikuti seminar itu dan field trip nya.

Hari berikut dari seminar itu, Kamis 10 Sept ’09, diselenggarakan field trip dengan sebuah bis kecil, ke daerah Bojonegara, Serang, Banten. Karena pak Otto ada acara penting yang lain, maka Gus Hen menjadi leader dalam memberi ulasan tentang kenampakan geomorfologi yang ditemui, sambil tentu dengan kehausan karena berpuasa. Sedang bertindak sebagai organizer adalah Dr Sensus Wijanarko, adik kandung pak Otto, dibantu oleh mbakyu Otto sendiri.

Demikian sekilas laporan, berikutnya mohon, pak Otto dan pak Agus Hendratno bisa mengkoreksi apa yang saya sampaikan bila tdk seperti yang sebenarnya bpk2 maksud. Maklum, karena ber-tahun2 terakhir ini kegiatan saya tdk terpusat pada keilmuan geologi dlm artian yang biasa dimaksudkan, jadi maaf kalau salah.

Memang, saya hadir selama 2 hari di acara itu, dengan motif penuh rasa penghargaan, dan tidak dengan pretensi sebagai ”ahli geologi” tapi lebih dengan sikap batin sebagai, katakanlah, ”hobbyist geologi” saja, yang pernah dan masih menyukai Geomorfologi (makanya dengan bersemangat, saya pernah menjadi assistennya alm mas Iman W. Sumarinda dalam Geomorfologi beberapa puluh tahun silam).

Sekali lagi terima kasih buat pak Otto yang telah mengundang ke acara yang bermanfaat ini. Selamat atas pengabdian 33 tahunnya, semoga menjadi amal sholeh. Peran pak Gus Hen dalam mendukung acara itu dengan ikhlas juga begitu penting; semoga juga menjadi amal sholeh.

Wassalam.

Jakarta, 28 September 2009

DNN’71

Keluarga Besar Geologi UGM yang Terhormat,

Berikut adalah undangan terbuka untuk mengundang panjenengan semua untuk kumpul bareng, silaturahmi, nostalgia, kangen-kangenan sekaligus mumpung masih di bulan syawal untuk bersyawalan bersama

Hari dan Jam : Minggu, 4 Oktober 2009, jam 11.00 – Selesai

Tempat : Syabas Energy Lounge, Indofood Tower 7th Floor , Suite 702, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 76-7, Jakarta

Posisi Lokasi : LAT 6°12′37.23″S, LONG 106°49′17.65″E

Dress Code : causal, bebas, nyantai, ga resmi, yang dilarang cuman satu, ga boleh ga make baju :)

Acara : bebas, ngekek-ngekek, dilarang serius, canda gurau, tidak formal alias ga resmi-resmian, ga ada protokoler, langsung membaur dan ngobrol ngalor-ngidul sepuasnya dan sejenisnya

Perlu ditegaskan disini bahwa acara ini tidak memerlukan pendaftaran, reservasi atau booking-bookingan. Jadi silahkan saja bagi panjenengan semua kebetulan pada hari dan tanggal tersebut di atas sedang bebas, sumonggo langsung saja meluncur ke Syabas Energy untuk langsung bergabung dengan yang laennya.

Suwun,

Widodo Nugroho (1992)

Berikut adalah hal-hal  dan prosedur yang benar yang perlu kita lakukan pada saat terjadi gempa. Dokumen ini dijabarkan dalam bentuk komik sehingga sangat mudah untuk diikuti dan dimengerti oleh umum. Dokumen ini diunduh dari: Komik Gempa Bumi pada link berikut http://www.idepfoundation.org/indonesia/pbbm_downloads.html

Komik Gempa Bumi

WiD92

Hari ini -di awal bulan Ramadhan- Pak Sriyono meraih gelar Doktor di Fakultas Geografi UGM. Judul Desertasi :’Genesis Saprolith sebagai pengontrol limpasan permukaan daerah aliran Sungai Jirak,Kabupaten Gunung Kidul,Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta’ dengan Promotor Prof.Dr.H.Dulbahri. (Seperti diceritakan kembali oleh Wak HT Sudibyo 71)

Pak Sriyono dan Ibu

Berikut adalah tulisan dari Mbah Bondan Gunawan (1962) mengenai pandangan beliau tentang Kebijakan Energi Nasional, yang disampaikan beliau pada saat menyampaikan pidato dalam rangka Dies Natalis ke 63 Perguruan Tinggi Teknik UGM, 17 Februari 2009. Tulisan beliau ini saya copy dari milist Geologi UGM. Untuk mengetahui detail pemikiran beliau mengenai kebijaksanaan energi nasional, silahkan klik link berikut.

Kebijakan Energi Nasional

Semoga bermanfaat.

Terima kasih,

WiD92

Dear alumni,

Berikut kami sampaikan tentative program acara 50 Thn TGL-UGM khususnya untuk International Conference Earth Science and Technology tgl 6-7 Agustus di Phoenix Hotel (Mercure) Yogyakarta.

Kami juga minta tolong para alumni untuk memilihkan para moderator dari kalangan alumni untuk acara-acara panel discussion maupun technical session yang direncanakan (selain acaranya JICA). Saat ini kami sudah mendapatkan konfirmasi dari pak Rachmadi Afianto (‘76) dan masih membutuhkan banyak volunteer lainnya.

TentativeAgenda_090729

Lucas Setijadji

Yth. Kawan-kawan / teman-teman alumni teknik geologi ugm
(Eyang-eyang, pak de, bu de, bu lik, kang mas, mbak yu, mbakayune, sdr/sdri…)

Berkaitan dengan 50th / Tahun Emas Pendidikan Tinggi Teknik Geologi UGM, kami mengharapkan kawan-kawan alumni berkenan hadir dan turut mendukung dalam acara-acara dibawah ini :
1. Tanggal 5 Agustus 2009 di Kampus Jurusan Teknik Geologi UGM :
acaranya : registrasi pra-konvensi, disediakan snack dan minuman di kampus, juga sambil silahturahmi terbatas dengan civitas di jurusan, open house beberapa laboratorium juga boleh.
2. Tanggal 6 Agustus 2009 di Hotel Phoenix  (dekat Tugu Jogja)
2.A. Konferensi International oleh JICA/AUN-Seed Net Program (ruang A)
2.B. Seminar Nasional Pendidikan Ilmu Kebumian (ruang B)
dengan Narasumber : 1. Prof. Dr. Retno Sunarminingsih, MSc.Apt (Wakil Rektor Senior UGM)
2. Prof. Dr. Djoko Santoso (Rektor ITB)
3. Dr. Ainun Naim (Ekonom dari FEB UGM)
lalu diskusi panel
Siang hari-nya dilanjutkan Seminar International Geologi Pegunungan Selatan
dengan beberapa invited paper dan presentasi paper teknis dari para pemakalah secara paralel.

Tanggal 6 Agustus 2009 pada jam 19.00 – 22.00 di Hotel Phoenix : Welcome Dinner

3. Tanggal 7 Agustus 2009 di Hotel Phoenix
3.A. Konferensi International oleh JICA / AUN-Seed Net Program (ruang A)
3.B. Seminar Nasional Pendidikan Ilmu Kebumian (ruang B)

Sesi 1 : Dengan panelis :
Nara sumber : 1. Kepala BPMIGAS : R.Priyono (sedang dikonfirmasi)
2. Prof. Dr, Arief Rahman M.Pd. (UNJ Jakarta, Ahli Pendidikan)
3. Dr. Ir. Eko Widianto (Alumni di Pertamina EPTC)

Sesi 2 : Dengan panelis :
Nara sumber : 1. PT Arutmin Indonesia
2. Ir. Sukmandaru Prihatmoko, MSc (Alumni di Ivanhoe)
3. Dr. Ir. Basuki Hadimuljono (Alumni yang sekarang jadi Irjend DPU-RI)

Sesi 3 : Dengan Panelis :
Nara sumber : 1. Dr. Ir. Sutikno Bronto (alumni di Pusat Survey Geologi ESDM)
2. Ir. Danaryanto, M.Sc. (alumni di Pusat Lingkungan Geologi ESDM)
3. Ir. Syariful Bakhri. MM (alumni yang merintis sejak awal jadi pengusaha)

Sisa waktu sampai jam 17 diisi dengan presentasi paper teknis.

4. Tanggal 8 Agustus 2009, kumpul di Halaman Kantor Pusat dan Tata Usaha / KPTU FTUGM :
4.1. Sebagian rombongan alumni berziarah ke pendiri dan pendahulu yang telah mendirikan dan bertahan memperbesarkan teknik geologi ugm. Jam 7.30 – 12.00. Start dan finish di KPTU FT UGM diakhiri dengan makan siang.

4.2. Sebagian rombongan alumni melakukan Trip Reuni Geologi UGM ke Bayat – Cermo dari jam 7.00 – 15.00 wib (start dan finish di KPTU FT UGM) yang dipandu Pak Wartono Rahardjo dkk.

4.3. Pada jam 19.00 – 22.00 : Acara keluarga besar alumni teknik geologi ftugm di halaman KPTU FT UGM, dengan suguhan makanan tradisional jogja, hiburan (musik dan sendratari), dll (acara bebas terbatas).

5. Tanggal 9 Agustus 2009 : Joging track bersama alumni. Jam 6.00 – 11.00
Start di Jurusan TGL FT UGM, berjalan ke arah Lembah UGM (lapangan badminton UGM) melewati pasar tiban Lemba – Boulevard UGM. Diakhiri olahraga bersama alumni (badminton dll, jika berkenan), lainnya bisa jalan-jalan melihat pasar tiban dan belanja, mirip pasar klitikan dan pasar minggu. Diakhiri makan siang bersama di lembah ugm.

Demikian informasi ini disampaikan, mohon berkenan untuk konfirmasi dan koordinasi dari masing-masing unit kota tempat akumulasi alumni teknik geologi baik di Jkt, Bandung, Kuala Lumpur, Doha, Libya, Vietnam, Amerika, Pekanbaru, Balikpapan, Surabaya, Semarang, Jogjakarta, Bali, Mataram, Papua, Kupang, Sangata, Purwokerto, Banten, Cirebon, Samarinda, Makasar, Ternate, dll ke kami di Jurusan Teknik Geologi UGM via email, milist, hp, FB, fax.

Ada perubahan akan diberitahukan secepatnya melalui milist dan agenda acara saat registrasi.

salam lestari alumni,
Agus Hendratno

Older Posts »